Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar AS Menguat, Pasar Dagang Dan Data Ekonomi Jadi Sorotan
Tuesday, 29 July 2025 20:05 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar AS (USD) bertahan kuat pada hari Selasa (29/7) setelah mencatatkan penguatan harian terkuatnya sejak Mei, menguat 1,0% pada hari Senin. Reli ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) mengumumkan kerangka kerja kesepakatan perdagangan besar pada hari Minggu.

Pasar menyambut baik berita tersebut, melihat kesepakatan tersebut sangat menguntungkan Washington. Investor bertaruh bahwa kesepakatan tersebut akan memberi AS kekuatan ekonomi dan strategis yang lebih besar, meningkatkan kepercayaan terhadap Greenback.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, mengkonsolidasikan penguatan kuat pada hari Senin selama jam perdagangan Eropa. Saat ini, indeks tersebut berada di sekitar 98,89, sedikit turun dari puncak intraday di 99,05 yang dicapai selama perdagangan Asia ” level tertinggi sejak 23 Juni.

Indeks Dolar AS mencapai level terendah dalam lebih dari tiga tahun pada 1 Juli, turun ke 96,38. Sejak saat itu, ekonomi terus pulih dan kini berada di jalur untuk mencatat kenaikan bulanan pertamanya sejak Februari, dengan kenaikan lebih dari 2,0% sepanjang bulan ini.

Pemulihan ini didorong oleh meredanya ketegangan perdagangan menjelang batas waktu 1 Agustus, dengan tercapainya kesepakatan baru dengan mitra-mitra utama seperti Uni Eropa dan Jepang, serta negara-negara dengan ekonomi yang lebih kecil seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Data ekonomi AS yang kuat juga memainkan peran kunci, mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) pada hari Rabu dan semakin memperkuat Dolar AS.

Ke depannya, kalender ekonomi AS hari Selasa akan dipantau secara ketat, menampilkan Indeks Harga Perumahan, data Keyakinan Konsumen, dan laporan Lowongan Kerja JOLTS. Indeks Keyakinan Konsumen diperkirakan akan membaik ke level tertinggi dua bulan di angka 96,0 dibandingkan dengan 93,0 pada bulan Juni.

Survei JOLTS bulan Juni diperkirakan akan menunjukkan sekitar 7,5 juta lowongan kerja, yang menawarkan wawasan baru tentang kondisi pasar tenaga kerja. Rilis data ini selanjutnya dapat membentuk pergerakan Dolar AS menjelang keputusan kebijakan moneter Fed pada hari Rabu, terutama jika terus menunjukkan kekuatan mendasar dalam perekonomian AS.(alg)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS